Pertemuan Karitas Regio Jawa di Palu

DRR Palu

Pada tanggal 11 sampai 15 Desember 2018, terjadi pertemuan antara para Direktur dan beberapa staf Karitas Regio Jawa di Paroki Santa Maria Palu. Mereka adalah Direktur Karitas Bandung (Rm Darwanto, Pr), Direktur Karitas Keuskupan Agung Semarang (Rm Martinus Sutomo, Pr), Direktur Karitas Surabaya (Rm Made, Pr), sedangkan Direktur Karitas Bogor (Rm Y. Eko, Pr) tidak dapat hadir. Pertemuan juga dihadiri oleh tim dari Karitas PSE Manado. Pertemuan itu bertujuan untuk membahas mengenai kelanjutan respon bencana gempa dan tsunami Sulewesi Tengah. Masa emergency respon sudah selesai, beralih ke masa transisi atau peralihan ke pemulihan awal. Untuk itulah Karitas Regio Jawa mengadakan pertemuan untuk merancang program yang akan dilaksanakan, agar supaya para warga terdampak dapat segera kembali hidup sehari-hari dengan layak dan bermartabat.

Program yang akan dilaksanakan ini berfokus pada tiga hal yaitu: pembangunan hunian sementara (untuk sekitar 11 KK), pembangunan jaringan air bersih (sekitar 2.000 meter), perbaikan rumah umat yang rusak (sekitar 75 KK). Pada pertemuan tersebut, tim dari Karitas Regio Jawa dibantu oleh tim dari Karitas PSE Manado, mengadakan kunjungan ke lapangan dan mengadakan verifikasi data. Kemudian dilanjutkan dengan merencanakan sebuah kesepakatan diantaranya kepastian mengenai Karitas mana saja dari Regio Jawa yang akan terlibat, metode pelaksanaan program, waktu pelaksanaan dan juga besarnya dana.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak Keuskupan Manado yang dalam hal ini diwakili oleh Karitas PSE Manado. Dalam program ini, nantinya yang menjadi implementor program adalah Karitas PSE Manado, dan holder program adalah Karitas Regio Jawa yang dalam hal ini dikoordinatori oleh Karitas Bandung sebagai Koordinator Regio Jawa. Semoga dengan berjalannya program ini, kehidupan warga maryarakat terdampak semakin layak dan bermartabat, dan semoga dapat menjadi sarana hadirnya wajah sosial Gereja di tengah-tengah masyarakat. (Rm Toms)

Penyaluran Bantuan untuk Mahasiswa Sul-Teng Yogyakarta

 Palju

“Terimakasih banget Romo, sungguh dana ini sangat-sangat membantu saya…”, demikian ungkap Mery Christi, mahasiswi asal Desa Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah. Sejak bencana gempa M7,4 terjadi (28/9/2018), sampai saat ini Christi belum pernah pulang ke desanya. Kecuali tidak ada dana, orangtuanya juga melarangnya untuk pulang. Gempa dan tsunami tersebut telah merusak rumah Chirsti, sehingga keluarganya harus mengungsi ke daerah lain, karena desanya dilanda gempa disertai likufaksi. Akibat bencana itu, rumah keluarganya rusak parah dan sumber penghasilan keluarga juga rusak, sehingga aliran dana dari keluarga untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari terhenti, dan dampaknya semakin terasa berat di hari-hari ini.

KARINAKAS bekerjasama dengan Panitia Posko Peduli Sul-Teng Yogyakarta yang berkantor di Jl. Kapten Laut Samadikun No 8, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta, melakukan assessment atau kajian untuk mendapatkan data lengkap mengenai situasi dan kondisi para mahasiswa serta keluarganya di Sul-Teng. Para mahasiswa yang terdampak parah dan belum mendapat bantuan itulah yang akan dibantu. Setelah mengadakan diskusi panjang dan kajian mendalam, maka KARINAKAS sepakat membantu 300 mahasiswa dari total 590-an mahasiswa.

Fokus bantuan KARINAKAS adalah pada makanan, tempat tinggal (biaya kost) dan transport, yang diterimakan dalam bentuk dana cash. Bantuan termin pertama diterimakan untuk 100 orang mahasiswa, pada hari Senin, 3 Desember 2018, pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, bertempat di kantor KARINAKAS. Bantuan diberikan by name, by address (per orang, per alamat), dengan menandatangani surat pernyataan dan melampirkan identitas diri.

Selain itu, sebagai bentuk penghargaan atar kerjakeras para Panitia, KARINAKAS juga memberi apresiasi dengan memberikan bantuan akomodasi untuk para Panitia sejumlah 15 orang. Para Panitia tersebut adalah mereka yang berasal dari Sul-Teng dan juga sama-sama terdampak bencana, bahkan ada yang kehilangan orangtuanya. KARINAKAS berharap semoga bantuan tersebut bisa meringankan penderitaan para mahasiswa, dan sekaligus menghadirkan sentuhan kasih Allah bagi mereka semua. Salam Belarasa. (Rm. Toms)

LAPORAN SEMENTARA PERTAMA KEGIATAN TANGGAP BENCANA SULAWESI TENGAH

  1. 1.Latar Belakang
  • Gempa Bumi Palu, Sigi, Donggala (M 7,4) 28 Sept 2018 (18.22 WITA): Bencana Kemanusiaan: menimbulkan korban jiwa (2.112), hilang (1.309), luka-luka (4.612), rumah rusak (83.392), dan ribuan orang mengungsi (231.776). Data dari KOGASGABPAD (Komando Tugas Gabungan Terpadu) Palu (19 Oktober 2018)
  • Warga terdampak yang masih selamat dan mengungsi membutuhkan bantuan
  • Rasa solidaritas Gereja KAS untuk para warga terdampak bencana
  • Palu, Sigi dan Donggala masuk wilayah Keuskupan Manado. Tanggap Bencana dilaksanakan oleh Karitas PSE Keuskupan Manado
  • KARINA KAS (Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang), membantu Karitas Keuskupan Manado dalam Tanggap Bencana
  1. 2.Tujuan
  • Membantu Karitas Manado dalam kegiatan Tanggap Bencana
  • Membantu memenuhi kebutuhan mendesak penyintas/pengungsi (bahan makanan, air bersih, terpal, ember, kelambu, dll), sambil menunggu realisasi penuh program pemerintah
  • Membantu agar para warga terdampak hidup layak dan bermartabat
  • Menumbuhkan semangat solidaritas umat KAS
  • Menghadirkan wajah sosial Gereja di tengah-tengah masyarakat
  1. 3.Metode
  • Mengadakan, mengumpulkan dan menyalurkan bantuan dalam bentuk dana

         -  Bantuan dana digunakan untuk operasional Relawan Karinakas yang dikirim ke Palu, dan untuk mendukung                        operasional serta pengadaan barang bantuan dalam kegiatan Tangap Bencana

         -  Bantuan juga digunakan untuk membantu para pelajar dan mahasiswa dari Palu, Sigi, Donggala yang belajar di                     Yogyakarta

  • Berkoordinasi dengan Karitas Manado dan Karina KWI
  • Berkoordinasi dengan Jaringan Karitas lainnya (Karitas Makasar, Bandung, Tanjungkarang, Jakarta, Surabaya, dll).
  1. 4.Pelaksanaan
  • Karinakas membantu kegiatan Tanggap Bencana Karitas Manado sejak tgl 3 Oktober 2018 sampai waktu yg blm ditentukan
  • Karinakas terus berkoordinasi dengan Rm Joy Dery (Direktur Karitas Manado) dan Karina KWI mengenai waktu dan kebutuhan untuk Tanggap Bencana
  1. 5.Jumlah Keluarga Terdampak yg Direspon (sampai 29 Oktober): 7.500 KK (sekitar 37.000 jiwa). Mereka tersebar di:
  • Kabupaten Donggala
  • Kabupaten Sigi
  • Kota Palu
  1. 6.Rencana Ke Depan
  • Berkoordinasi dengan Karitas Manado, Karina KWI dan jaringan Karitas Indonesia dalam kegiatan selanjutnya
  • Mensuport kegiatan tersebut baik itu dengan mengirimkan relawan ataupun bantuan finansial
  1. 7.Laporan Keuangan (sampai 5 November 2018)

       Ringkasan:

  • Donasi (Mandiri, Niaga, Cash): Rp 1,695,145,405
  • Pengeluaran sementara: Rp    335,724,637

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com