Sabun cuci piring

Foto oleh: Tim Dokumentasi

Produk home industry Kelompok Wanita Tani  (KWT) Dawung, desa Serut, kabupaten Gunung Kidul yakni sabun cuci piring, ditampilkan dalam Evaluasi Perkembangan Desa, Kabupaten Gunung Kidul (12/03/2020), bertempat di balai desa Serut. Home industri sabun cuci piring ini merupakan dampingan Program Development KARINAKAS, dalam rangka penguatan ekonomi para perempuan di area rawan bencana. Semula home industry sabun cuci piring tersebut hanya digunakan sendiri oleh ibu-ibu KWT Dawung. Saat ini konsumen sabun cuci piring sudah berkembang di luar anggota KWT Dawung. “Semoga produksi sabun ini bisa berkembang lebih lagi,” harap Yuni, salah satu pengurus KWT Dawung. (Sr. M. Huberta FSGM)

 

Relawan GK

Sebagai Lembaga Keuskupan Agung Semarang yang diberi mandat untuk mengkoordinir kegiatan tanggap bencana, KARINAKAS membangun jejaring dan kerjasama dengan para relawan paroki-paroki. KARINAKAS membentuk dan mengkoordinir para relawan paroki-paroki sesuai dengan kerawanan atau ancaman bencana masing-masing daerah.  

Selama bulan Maret 2020 ini, KARINAKAS telah berkumpul dan berkoordinasi dengan Relawan Paroki Rayon Gunungkidul (5/3/2020), dan Relawan Paroki Lingkar Merapi (8/5/2020). Relawan Paroki Rayon Gunungkidul secara khusus bergerak di area wilayah Gunungkidul dengan fokus pelayanan tanggap bencana kekeringan, sedangkan Relawan Paroki Lingkar Merapi secara khusus bergerak di area lingkar Gunung Merapi dengan fokus pelayanan tanggap bencana erupsi Merapi.

Relawan Merapi2

Meskipun para relawan tersebut bergerak di area kerawanan bencana masing-masing, namun mereka juga siap untuk membantu daerah lain apabila sungguh membutuhkan pelayanan tanggap bencana. Para relawan tersebut adalah tangan kanan KARINAKAS dalam melaksanakan kegiatan tanggap bencana. Ke depannya, KARINAKAS hendak mengukuhkan dan mendampingi para Relawan Paroki Rayon Surakarta dan Rayon Semarang. Bersama para relawan tersebut, KARINAKAS hendak mewujudkan kepedulian dan keterlibatan di tengah masyarakat yang terdampak bencana, ataupun dalam pengurangan resiko bencana, bekerjasama dengan berbagai pihak, dalam semangat belarasa (Rm Toms)

 

UAD biogas

“Hampir setiap rumah tangga di desa Watugajah, kecamatan Gedangsari, kabupaten Gunung Kidul, memiliki ternak, entah itu milik sendiri ataupun gaduh. Namun sayangnya, sampai sekarang belum ada yang bisa memanfaatkan kotoran ternak secara optimal”, demikian disampaikan Taufan, mahasiswa KKN dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Taufan dan kawan-kawan mahasiswa dari UAD yang sedang KKN di desa tersebut, memfasilitasi warga desa Sampang untuk belajar biogas. Narasumber pembelajaran biogas tersebut adalah Yayasan KARINAKAS. Taufan menyebutkan bahwa ia dan teman-temannya pernah mendengar bahwa kotoran ternak bisa dibikin biogas, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya, dan tidak tahu juga siapa yang harus dihubungi, padahal warga ingin dilatih tentang biogas.

Akhirnya, pada Rabu, 19 Februari 2020, diadakan sosialisasi tentang pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas, dengan pendampingan dari KARINAKAS, yang diikuti oleh beberapa warga desa Sampang. Pendampingan mahasiwa KKN UAD tentang biogas tersebut, hanya sampai pada tahap sosialisasi, maka KARINAKAS akan melanjutkan pendampingan bagi para warga, sampai mereka bisa memiliki biogas. (Sr. M. Huberta FSGM)

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com