Lomba Desa Unggulan Tingkat Kabupaten Sleman

Lomba Desa Gayamharjo

Eko Suhargono, S.IP, Camat Kecamatan Prambanan, Sleman (kiri), berbicang dengan Romo Tomo dan Sr, Huberta dari KARINAKAS (Foto: KARINAKAS)

Pada hari Jumat, 6 April 2018, di Kantor Desa Gayamharjo, terselenggara Lomba Desa Unggulan Tingkat Kabupaten Sleman-Yogyakarta. Lomba Desa Unggulan ini diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman. Lomba ini diikuti oleh perwakilan desa-desa se-Kabupaten Sleman. Desa Gayamharjo menjadi wakil Kecamatan Prambanan. Desa Gayamharjo mengutus para peserta lomba yakni kelompok-kelompok yang terdapat di Desa Gayamharjo. Mereka adalah kelompok-kelompok tani, kelompok usaha kecil, kelompok belajar, maupun kelompok atau komunitas dusun yang lainnya, termasuk Kelompok Biogas yang didampingi KARINAKAS. Masing-masing kelompok atau komunitas tersebut, menampilkan kekhasannya di stand-stand yang sudah disediakan. Lomba tersebut dinilai oleh penilai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman yang diketuai oleh Ibu Hj. Sri Kustini Purnomo.

Kelompok Biogas Gayamharjo adalah salah satu kelompok yang ikut meriahkan Lomba Desa tersebut. Kelompok ini menyajikan miniatur instalasi biogas, dan sekaligus menunjukkan kegunaan atau manfaat biogas yakni untuk memasak dan penerangan. Selain itu biogas juga menghasilkan bioslury yakni pupuk organik. Beberapa pengunjung datang dan membeli pupuk bioslury.

Eko Suhargono, S.IP, Camat Kecamatan Prambanan, Sleman, dalam kunjungannya ke stand biogas sangat antusias mendukung berkembangnya Program Biogas. Harapannya seluruh warga di Desa Gayamharjo bisa mandiri energi, dan Program Biogas ini juga dapat mendukung pertanian yang ada di Desa Gayamharjo. (Rm Martinus Sutomo, Pr)

Pelatihan Manajemen Logistik

Pelatihan Manajemen Bencana

Para peserta Pelatihan Manajemen Logistik untuk Penanggulangan bencana di DIY (Foto: Anang)

Pada tanggal 03 s/d 04 April 2018, BPBD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Logistik Dalam Penanggulangan Bencana. Pelatihan itu diikuti oleh 34 orang peserta dari berbagai institusi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta tersebut adalah perwakilan lembaga (Instansi Pemerintah Derah, TNI/POLRI, PMI, LSM, Universitas, Dunia Usaha Baik Swasta maupun Pemerintah yang ada di wilayah D.I. Yogyakarta) yang menjadi anggota dari Klaster Logistik Penanggulangan Bencana Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan SK Gunernur DIY No. 197/ KEP/ 2016. Yayasan KARINAKAS adalah salah satu anggotanya. Karinakas diwakili oleh Bp R. Anang Setyargo.

Tujuan Pelatihan kali ini adalah untuk meningkatan Kapasitas dalam hal Pengelolaan Manajemen Logistik bagi anggota Klaster Logistik dan BPBD di Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pelatihan yang digunakan adalah Diskusi, Sharing dan Simulasi. Dalam pelatihan ini, BPBD dibantu oleh 4 orang Fasilitator. Mereka adalah 3 orang fasilitator dari Badan Dunia untuk Urusan Pangan atau WFP (World Food Program dari Kantor Jakarta), dan 1 orang fasilitator dari BPBD DIY. (R. Anang Setyargo)

Mengenal Manajemen dan Siklus Kebencanaan

Lingkar Merapi

Sr. Huberta, FSGM dari KARINAKAS menjelaskan tentang Manajemen Kebencanaan (Foto: Sr. Huberta)

Pada hari Sabtu, 24 Februari 2018, Karinakas menyelenggarakan Pertemuan Lingkar Merapi. Pertemuan ini diselenggarakan di aula Paroki Salam, Magelang. Pertemuan diikuti oleh sekitar 36 peserta dari sebelas paroki di Lingkar Merapi.

Seperti diketahui bersama, Merapi memiliki siklus meletus kira-kira setiap 4, 5, 7 dan 10 tahun. Untuk mengantisipasi banyaknya korban jiwa dan harta, maka diadakan pertemuan ini yang bertujuan untuk mengenal banyak hal mengenai kebencanaan, dan sekaligus membangun jaringan atau relasi satu sama lain.

Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada manajemen dan siklus kebencanaan. Peserta diajak untuk memahami istilah-istilah yang ada dalam kebencaan. Peserta juga diajak untuk melihat Siklus kebencanaan dimulai dari masa normal (preventif & mitigasi), masa kesiapsiagaan (preparedness), setelah bencana dijalankan tanggap darurat, pasca darurat dijalankan recovery, rehabilitasi, & rekonstruksi.

Untuk memahami konsep pengelolaan bencana, peserta diajak mengenali apa itu ancaman dan apa itu bencana. Caranya dengan saling berbagi pengalaman dan kerja kelompok. Bencana adalah kejadian alam yang menyebabkan kerugian jiwa dan harta, sedang ancaman adalah masih berupa potensi. Warga yang tinggal di lereng Merapi menghadapi ancaman bencana yang cukup tinggi, maka perlu kesiap-siapagaan dan perlu peningkatan kapasitas diri, sehingga ketika terjadi bencana, dapat mengurangi kerugian harta dan jiwa.

Pada sesi siklus kebencanaan secara khusus peserta diajak untuk melihat proses yang terjadi pada saat bencana. Pada bagian ini peserta diajak untuk melakukan simulasi kartu tanggap darurat dalam kelompok. Peserta memetakan mana kebutuhan atau tugas yang harus dilaksanakan dalam waktu 24 jam, 3 hari, 1 minggu dan 1 bulan. Pemetaan ini penting agar dapat melakukan mana yang mendesak harus segera dan mendesak dilakukan. (Sr. M. Huberta, FSGM)

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com