Simulasi Kebencanaan KARINAKAS

HKBN

Simulasi Kebencanaan yang dilakukan KARINAKAS bertempat di Kantor Kepala Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, DIY (Foto: Dok KARINAKAS)

Pada tanggal 24 dan 26 April 2018, Karinakas mengadakan Simulasi Kebencanaan, bertempat di Kantor Kepala Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, DIY. Simulasi tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati dan melaksanakan anjuran dari BNPB melalui Karina KWI yakni untuk melakukan Simulasi Kebencanaan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), yang ditetapkan pada hari Kamis, 26 April 2018. Hal itu berdasar pada surat dari Kepala BNPB, Bapak Willem Rampangilei, dengan nomor B.277.E/Ka-BNPB/PK.03.01/02/2018 yang berisi tentang Himbauan Simulasi Evakuasi Bencana Serentak.

Tujuan dari Simulasi Serentak ini adalah untuk mendorong semua pihak dalam menemukenali ancaman dan resiko bencana di lingkungannya, merancang skema evakuasi yang benar dan terorganisir, melakukan evaluasi untuk menguji sarana dan prasarana keselamatan, dan memperbaiki rencana kedaruratan atau SOP kesiapsiagaan yang lebih baik. Kegiatan ini juga merupakan usaha untuk turut mengkampanyekan kesiapsiagaan dan juga sebagai cara untuk turut ambil bagian dalam gerakan #siapuntukselamat.

Karinakas mengadakan Simulasi Kebencanaan ini bekerjasama dengan BPBD Sleman, PMI Sleman, Camat Prambanan, Destana Gayamharjo, Kepala Desa Gayamharjo, beberapa Guru dan Siswa Siswi SDN Jali, serta Warga Gayamharjo. Kegiatan simulasi dilaksanakan dalam dua periode yakni tanggal 24 April dan 26 April. Pada tanggal 24 April 2018, kegiatan lebih banyak berfokus pada pemaparan materi tentang kebencanaan, dan tanggal 26 April adalah praktek simulasi.

Peserta simulasi kebencanaan ini sejumlah sekitar 35 orang. Jenis bencananya adalah tanah longsor, angin kencang, kekeringan, dan gempa bumi. Jenis simulasi yang dilakukan adalah evakuasi mandiri dan shelter. Dalam sambutannya, Bapak Eko Suhargono, Camat Prambanan, berharap agar melalui kegiatan ini, warga Desa Gayamharjo dapat mengenali jenis bencana di Gayamharjo dan dapat meningkatkan pengetahuan serta kewaspadaan, sehingga ketika terjadi bencana, mereka dapat meminimalisir jumlah kerugian baik jiwa maupun material. (Rm. Martinus Sutomo, Pr)

Emergency Respon Banjarnegara

ER Banjarnegara

R. Anang Setiyargo, dari Yayasan KARINAKAS menyampaikan bantuan emergency yang diterima perwakilan warga setempat (Foto : Dok KARINAKAS)

Pada hari Rabu, 18 April 2018, pukul 13.28 WIB, Banjarnegara diguncang gempa bumi dengan kekuatan 4,4 SR. Pusat gempa terletak di darat pada kedalaman 4 Km pada jarak 52 Km utara kebumen. Banyak desa yang terdampak cukup parah di antaranya adalah Desa Kasinom, Desa Kertosari, Plorengan dan desa Sidakangen. Gempa bumi ini mengakibatkan kerugian jiwa dan juga material serta sekitar 200 orang mengungsi. Para warga terdampak tersebut membutuhkan sapaan dan bantuan.

Sebagai lembaga yang mengemban misi kemausiaan terlebih kebencanaan, pada hari Selasa, 24 April 2018, Karinakas bekerjasama dengan Karitas Purwokerto (Karito) mengirimkan bantuan kepada para warga terdampak, khususnya di Desa Plorengan, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Bantuan berupa dana dan material (selimut, tikar, baju, hygiene kit dan lain-lain). Bantuan diterima oleh perwakilan dari warga terdampak yakni Koordinator Pokmas disaksikan oleh Perangkat Desa dan Posko. Perwakilan warga terdampak tersebut yang kemudian akan mengatur pendistribusian barang bantuan tersebut. (Rm. Martinus Sutomo, Pr)

Lomba Desa Unggulan Tingkat Kabupaten Sleman

Lomba Desa Gayamharjo

Eko Suhargono, S.IP, Camat Kecamatan Prambanan, Sleman (kiri), berbicang dengan Romo Tomo dan Sr, Huberta dari KARINAKAS (Foto: KARINAKAS)

Pada hari Jumat, 6 April 2018, di Kantor Desa Gayamharjo, terselenggara Lomba Desa Unggulan Tingkat Kabupaten Sleman-Yogyakarta. Lomba Desa Unggulan ini diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman. Lomba ini diikuti oleh perwakilan desa-desa se-Kabupaten Sleman. Desa Gayamharjo menjadi wakil Kecamatan Prambanan. Desa Gayamharjo mengutus para peserta lomba yakni kelompok-kelompok yang terdapat di Desa Gayamharjo. Mereka adalah kelompok-kelompok tani, kelompok usaha kecil, kelompok belajar, maupun kelompok atau komunitas dusun yang lainnya, termasuk Kelompok Biogas yang didampingi KARINAKAS. Masing-masing kelompok atau komunitas tersebut, menampilkan kekhasannya di stand-stand yang sudah disediakan. Lomba tersebut dinilai oleh penilai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman yang diketuai oleh Ibu Hj. Sri Kustini Purnomo.

Kelompok Biogas Gayamharjo adalah salah satu kelompok yang ikut meriahkan Lomba Desa tersebut. Kelompok ini menyajikan miniatur instalasi biogas, dan sekaligus menunjukkan kegunaan atau manfaat biogas yakni untuk memasak dan penerangan. Selain itu biogas juga menghasilkan bioslury yakni pupuk organik. Beberapa pengunjung datang dan membeli pupuk bioslury.

Eko Suhargono, S.IP, Camat Kecamatan Prambanan, Sleman, dalam kunjungannya ke stand biogas sangat antusias mendukung berkembangnya Program Biogas. Harapannya seluruh warga di Desa Gayamharjo bisa mandiri energi, dan Program Biogas ini juga dapat mendukung pertanian yang ada di Desa Gayamharjo. (Rm Martinus Sutomo, Pr)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com