Mengenal Manajemen dan Siklus Kebencanaan

Lingkar Merapi

Sr. Huberta, FSGM dari KARINAKAS menjelaskan tentang Manajemen Kebencanaan (Foto: Sr. Huberta)

Pada hari Sabtu, 24 Februari 2018, Karinakas menyelenggarakan Pertemuan Lingkar Merapi. Pertemuan ini diselenggarakan di aula Paroki Salam, Magelang. Pertemuan diikuti oleh sekitar 36 peserta dari sebelas paroki di Lingkar Merapi.

Seperti diketahui bersama, Merapi memiliki siklus meletus kira-kira setiap 4, 5, 7 dan 10 tahun. Untuk mengantisipasi banyaknya korban jiwa dan harta, maka diadakan pertemuan ini yang bertujuan untuk mengenal banyak hal mengenai kebencanaan, dan sekaligus membangun jaringan atau relasi satu sama lain.

Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada manajemen dan siklus kebencanaan. Peserta diajak untuk memahami istilah-istilah yang ada dalam kebencaan. Peserta juga diajak untuk melihat Siklus kebencanaan dimulai dari masa normal (preventif & mitigasi), masa kesiapsiagaan (preparedness), setelah bencana dijalankan tanggap darurat, pasca darurat dijalankan recovery, rehabilitasi, & rekonstruksi.

Untuk memahami konsep pengelolaan bencana, peserta diajak mengenali apa itu ancaman dan apa itu bencana. Caranya dengan saling berbagi pengalaman dan kerja kelompok. Bencana adalah kejadian alam yang menyebabkan kerugian jiwa dan harta, sedang ancaman adalah masih berupa potensi. Warga yang tinggal di lereng Merapi menghadapi ancaman bencana yang cukup tinggi, maka perlu kesiap-siapagaan dan perlu peningkatan kapasitas diri, sehingga ketika terjadi bencana, dapat mengurangi kerugian harta dan jiwa.

Pada sesi siklus kebencanaan secara khusus peserta diajak untuk melihat proses yang terjadi pada saat bencana. Pada bagian ini peserta diajak untuk melakukan simulasi kartu tanggap darurat dalam kelompok. Peserta memetakan mana kebutuhan atau tugas yang harus dilaksanakan dalam waktu 24 jam, 3 hari, 1 minggu dan 1 bulan. Pemetaan ini penting agar dapat melakukan mana yang mendesak harus segera dan mendesak dilakukan. (Sr. M. Huberta, FSGM)

 

Latihan Menulis bagi Kader SIDK

 

Jurnalistik

Foto: Ferry

PELATIHAN JURNALISTIK: Program DRR KARINAKAS menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik bagi para kader SIDK (sistem Informasi Desa dan Kawasan) di Kecamatan Musuk dan Kecamatan Selo Boyolali. Pelatihan meliputi ketrampilan menulis berita, kode etik jurnalistik, serta praktek menulis berita. Pelatihan diselenggarakan di desa Suroteleng, Kecamatan Selo dan di Cluntang Kecamatan Musuk, Boyolali pada waktu yang berbeda di bulan Februari 2018. Pelatihan jurnalistik yang di fasilitasi Ferry T. Indratno dan Prasena Nawak Santi, diikuti puluhan kader SIDK. Diharapkan oleh Y. Teguh Bayu Kristiawan selaku manajer DRR Karinakas, pelatihan ini mampu membangkitkan gairah para kader untuk menulis di website desa secara baik dan benar (Ferry)

 

Bantuan Banjir untuk Pati

 

Pati

Pada hari Senin 5 Februari 2018, Karinakas mengadakan Emergency Respon di Pati dalam kerjasama dengan Paroki Pati. Karinakas mengirimkan bantuan berupa bantuan material dan dana yang diserahkan kepada Tim Emergency Respon dari Paroki Pati. Selama bencana banjir Pati, Paroki Pati memberikan bantuan di banyak desa di antaranya Desa Mintobasuki, Ngastorejo, Banjasari, Sunggingwarno, Karangrowo, Bungasrejo, Dadirejo, Kasihan, dan beberapa desa lain di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Rm Toms)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com