Latihan Menulis bagi Kader SIDK

 

Jurnalistik

Foto: Ferry

PELATIHAN JURNALISTIK: Program DRR KARINAKAS menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik bagi para kader SIDK (sistem Informasi Desa dan Kawasan) di Kecamatan Musuk dan Kecamatan Selo Boyolali. Pelatihan meliputi ketrampilan menulis berita, kode etik jurnalistik, serta praktek menulis berita. Pelatihan diselenggarakan di desa Suroteleng, Kecamatan Selo dan di Cluntang Kecamatan Musuk, Boyolali pada waktu yang berbeda di bulan Februari 2018. Pelatihan jurnalistik yang di fasilitasi Ferry T. Indratno dan Prasena Nawak Santi, diikuti puluhan kader SIDK. Diharapkan oleh Y. Teguh Bayu Kristiawan selaku manajer DRR Karinakas, pelatihan ini mampu membangkitkan gairah para kader untuk menulis di website desa secara baik dan benar (Ferry)

 

Bantuan Banjir untuk Pati

 

Pati

Pada hari Senin 5 Februari 2018, Karinakas mengadakan Emergency Respon di Pati dalam kerjasama dengan Paroki Pati. Karinakas mengirimkan bantuan berupa bantuan material dan dana yang diserahkan kepada Tim Emergency Respon dari Paroki Pati. Selama bencana banjir Pati, Paroki Pati memberikan bantuan di banyak desa di antaranya Desa Mintobasuki, Ngastorejo, Banjasari, Sunggingwarno, Karangrowo, Bungasrejo, Dadirejo, Kasihan, dan beberapa desa lain di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Rm Toms)

Biogas Gayamharjo Mulai Menyala

Gayamharjo

Pada hari Rabu, 14 Februari 2018, Tim Development Karinakas yang dikoordinatori oleh Sr Huberta FSGM, mengadakan Monitoring di Desa Gayamharjo, terkait Program Biogas yang didanai oleh Sticthing Micara. Tim Karinakas didampingi dan diantar oleh Bp FX. Lamijo (Ketua Kelompok Biogas Geni Panguripan) mengunjungi warga anggota kelompok yang melaksanakan program Biogas dan yang intalasi biogasnya sudah menyala. Dari 15 anggota kelompok, 9 di antaranya instalasi Biogasnya sudah menyala, dan sudah bisa digunakan untuk keperluan memasak sehari-hari.

Para warga yang instalasi biogasnya sudah menyala, merasa amat senang dan bersyukur. Hal itu seperti diungkapkan oleh Ibu Hita Tungga Dewi (ibu rumah tangga), “Setelah menggunakan biogas, saya merasa senang karena sudah tidak beli tabung gas lagi, yang mahal dan juga kadang susah carinya…”. Hal senada juga diungkapkan oleh Bapak Marnoyoso (petani) yang juga mengungkapkan, “Alhamdulilah setelah delapan bulan menggunakan biogas, saya merasa seanng sekali… kalau dahulu ketika masih menggunakan tabung, kadang merasa kesulitan mencari, langka dan kayu bakar juga basah bila di musim hujan”. Selain untuk mencukupi kebutuhan memasak untuk keluarganya, intalasi biogas Pak Marnoyoso juga disalurkan kepada anaknya. Demikian juga yang dialami oleh Bp Sutanto (buruh) yang sekarang merasa tidak khawatir, merasa senang dan tenang setelah memnggunakan biogas, karena selalu siap sedia ketika hendak memasak (Rm Toms)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com