Kick off Proyek Pemulihan Pasca Gempa Lombok

Lombok

KARINAKAS mendukung program respon pasca bencana gempa bumi Lombok. Program respon pasca gempa ini akan dilaksanakan oleh Tim Karitas PSE Keuskupan Denpasar, dan Karina KWI selaku holder dari program ini. Sedangkan KARINAKAS adalah dalam hal ini adalah sebagai salah satu Keuskupan donor, sedangkan Keuskupan donor lainnya adalah Karitas Surabaya, Karitas Bandung, dan LDD Keuskupan Agung Jakarta. Program ini akan dilaksanakan selama 6 bulan di dua desa yakni Desa Sambik Elen dan Desa Torean, Kab Lombok Utara. Fokus program adalah pada hunian, sembako, alat masak, dan jaringan air bersih. Program akan dimulai pada 1 November 2018.

Sebelum peresmian pelaksanaan program, diadakan pertemuan antara Tim Pelaksana yakni Karitas PSE Keuskupan Denpasar, Karina KWI selaku holder, dan Direktur dari Keuskupan-keuskupan donor (Semarang, Jakarta, Surabaya dan Bogor). Pertemuan ini (kick off) dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober s.d 1 Novomber 2018 di Mataram, Lombok. Pada tanggal 30 Oktober 2018 adalah momen penandatanganan MOU, dan tanggal 31 Oktober sampai 1 November 2018 adalah pembekalan untuk Tim Pelaksana yakni Karitas PSE Denpasar.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Ekskutif KARINA KWI (Rm Antonius Banu Kurnianto Pr & para Staf), PSE Keuskupan Denpasar & Tim Relawan ( Rm Evensius Dewantara Pr & Tim lengkap Karitas PSE Denpasar), Direktur LDD Keuskupan Agung Jakarta (Rm C. Kristiono P. SJ), Direktur Karitas Keuskupan Bogor (Rm Yulius Eko Priyambodo Pr), Direktur KARINA Keuskupan Agung Semarang (Rm Yusuf Martinus Sutomo Pr), dan Direktur Karitas Keuskupan Surabaya (Rm I Made Pr & Staf)

Isi pertemuan tersebut adalah presentasi tentang kegiatan emergency respon saat gempa, report bantuan, proposal pemulihan, dan penjelasan serta penandatanganan MOU antara KARINA KWI (yang sekaligus mewakili KARITAS Keuskupan Agung Semarang & Jakarta, Surabaya dan Bogor sebagai donor) dengan PSE Keuskupan Denpasar (sebagai pelaksana) untuk program pemulihan pasca bencana gempa ini.

Semoga program pemulihan pascagempa ini berjalan lancar, aman dan tepat sasaran, serta mampu membuat warga terdampak yang direspon ini dapat melanjutkan kahidupannya sehari-hari secara lebih layak dan bermartabat. Lebih dari itu semoga program ini mampu menghadirkan belas kasih Allah kepada mereka yang lemah dan membutuhkan, serta juga dapat menghadirkan wajah sosial Gereja. (Rm Toms)

Respons KARINAKAS untuk Palu dan Donggala

Palu Donggala

Pada hari Jumat 28 September 2018, terjadi gempa bumi 7,4 SK di Palu, Donggala dan sekitarnya. Gempa tersebut disertai tsunami. Setidaknya lima kecamatan kota di Donggala terpampak parah, sarana dan prasarana listrik dan air rusak. Jalan dan infrastruktur serta pasokan BBM banyak mengalami gangguan dan kerusakan.

Gempa bumi disertai tsunami ini menyebabkan banyak kerugian baik jiwa maupun harta benda. Setidaknya pada tanggal 3 Oktober 2018, korban jiwa mencapai 1.407 orang yang tersebar di kota Palu, sebagian Donggala, sebagian Sigi, dan Parigi Moutong. Selain itu banyak warga terdampak lain yang mengalami luka-luka, dan kehilangan tempat tinggal sehingga puluhan ribu orang harus mengungsi.

KARINAKAS sebagai lembaga keuskupan yang memegang mandat kebencanaan, dalam koordinasi dengan Karina KWI, membantu Caritas Makasar dan Keuskupan Manado dalam kegiatan respon bencana. Kegiatan ini didukung oleh Bapa Uskup, para Romo dan umat Keuskupan Agung Semarang. Maka KARINAKAS menggalang dana sebagai aksi solidaritas bagi warga terdampak. Dana itu akan digunakan untuk membantu Caritas Makasar dan Keuskupan Manado dalam meringankan penderitaan warga terdampak. Pada tanggal 4 Oktober 2018, KARINAKAS juga mengirimkan salah satu staf untuk membantu kegiatan JNA (Join Need Asesment), dan membantu relawan-relawan Paroki St. Bunda Maria, Palu. Semoga para warga terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, dan kehadiran Gereja melalui jaringan Caritas ini bisa sedikit meringankan penderitaanwarga terdampak. (Rm. Toms)

Monev dan Perencanaan Program Pasca Gempa Lombok

Lombok

 

Pada hari Jumat 28 September sampai dengan Selasa 2 Oktober 2018, KARINAKAS yang diwakili oleh Direktur KARINAKAS, Rm Martinus Sutomo Pr, mengadakan Monitoring-Evaluasi dan Perencanaan Program Pasca Gempa Lombok, bersama dengan Direktur dari Karitas Surabaya dan Vikjend Keuskupan Surabaya, Direktur Karitas Bogor, dan Pewakilan Karitas Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat sejauhmana dampak positif dari kegiatan emergency respon yang sudah dilakukan oleh TRGL KD (Tim Reaksi Bencana Gempa Lombok, Keuskupan Denpasar), sejauhmana bantuan yang dikirim bermanfaat bagi warga terdampak, bagaimana distribusinya, berapa penerima manfaatnya, wilayah penerima manfaat dan sebagainya.

Kegiatan ini diawali dengan kulonuwun dengan Romo Paroki Mataram yang juga sekaligus Koordinator Lapangan TRGL KD, dan berkunjung ke posko TRGL KD dan Tim TRGL KD. Setelah mengadakan bincang-bincang sejenak di posko bersama tim TRGL KD, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke dua daerah penerima manfaat yakni ke Desa Sigar Penjalin, Lombok Utara, dan ke Dusun Torean, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Di kedua tempat tersebut, tim mengunjungi dan wawanhati dengan warga terdampak bencana yang memang kondisinya belum pulih benar, perekonomian juga belum lancar, dan masih tinggal di tenda-tenda sementara.

Rencana TRGL KD adalah mengadakan program early recovery. Karinakas, Kariyo (Karitas Surabaya), Cariban (Karitas Bandung) dan Karitas Bogor pada intinya siap mendukung kegiatan ini. Namun saat ini proposal mengenai program early recovery masih perlu diperdalam kembali sampai siap untuk dilaksanakan. Semoga kehadiran Gereja melalui jaringan Karitas ini mampu meringankan penderitaan warga terdampak bencana dan menjadikan mereka semakin bangkit dari keterpurukan akibat bencana ini. (Rm. Toms)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com