Character Building KARINAKAS: Mengenal Biogas

 

Mengenal Biogas

CHARACTER BUILDING: Anak-anak penerima beasiswa sedang belajar tentang Biogas (Foto: Dok KARINAKAS)

Pada hari Minggu 20 Mei 2018, sekitar 25 siswa-siswi penerima beasiswa KARINAKAS mendapatkan pendampingan dalam rangka character building, khususnya bagaimana membangun sikap berkaitan dengan lingkungan hidup. Sebagai sarananya, mereka diperkenalkan dengan Biogas. Biogas adalah program yang sudah berjalan di Gayamharjo yang dipelopori oleh KARINAKAS, dan dijalankan oleh Kelompok Biogas Geni Panguripan Gayamharjo. Maka sebagai fasilitatornya adalah Tim dari Kelompok Biogas Geni Panguripan, bertempat di Rumah Ketua Kelompok Biogas, Bapak FX. Lamijo.

Pada kesempatan itu, para siswa diperkenalkan dengan apa itu Biogas, mulai dari mendengarkan penjelasan, tanya jawab, sampai melihat langsung yakni melihat proses pembuatan instalasi biogas, melihat instalasinya, dan melihat hasilnya. Siswa juga mendengarkan pengalaman bagaimana keuntungan menggunakan Biogas baik dari segi ekokomi yang membantu mengehemat pengeluaran, sampai pada keuntungan terhadap lingkungan hidup.

Biogas selain mengasilkan api untuk memasak dan untuk penerangan, juga menghasilkan pupuk organik yang bagus dan sehat untuk tanaman konsumsi misalnya sayur-sayuran. Harapan dari peremuan ini adalah anak-anak mulai dari sekarang diajak bagaimana menghargai lingkungan hidup, dan menjaga kelestariannya yang salah satunya dengan penghematan energi dengan menggunakan Biogas dan pupuknya. Semoga mereka menjadi generasi muda yang nantinya menjadi pejuang-pejuang kelestarian alam. (Rm. Toms)

Pelatihan Membuat Pupuk Organik

Biogas Gayam

Mas Setyo menunjukkan cara membuat pupuk otrganik dari residu biogas (Foto: Dok. KARIMAKAS)

Kelompok Biogas Geni Panguripan desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY mengadakan Pelatihan Pengolahan Redisu Biogas pada Minggu, 13 Mei 2018, bertempat di Sekretariat Geni Penguripan. Pelatihan yang difasilitasi Setyo, ketua Kelompok Biogas Agni Mandiri, Sruni, Kecamatan Musuk, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari peserta. Pelatihan diikuti oleh 18 orang anggota Kelompok Geni Panguripan.

Selain belajar teori tentang pupuk organik olahan dari residu biogas, peserta juga melakukan praktek langsung membuat pupuk organik. Menurut Setyo, residu biogas, baik yang padat maupun yang cair memang bisa langsung diaplikasikan ke tanaman, meskipun itu belum cukup. Hal itu dikarenakan dalam residu biogas, kandungan yang paling besar adalah unsur hara nitrogen (N). Sedangkan unsur Fosfor (P) dan Kalium (K) masih kurang sehingga perlu dilengkapi. Ada banyak bahan-bahan di sekitar yang dapat digunakan untuk melengkapi unsur P dan K. Di antaranya bonggol pisang, cangkang telur, empon-empon, dan sabut kelapa.

Dalam pelatihan ini, para peserta berharap agar selain dapat mandiri secara energy, dengan adanya biogas, pertanian pun bisa dikembangkan. Kelompok sendiri selama ini sudah mencoba membuat demplot sayuran dengan menggunakan residu biogas yang diaplikasikan secara langsung.

Eko Purwanto, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk desa Gayamharjo, yang turut hadir dalam pelatihan tersebut berharap, pelatihan ini bisa mendorong warga desa Gayamharjo untuk kembali pada pola hidup sehat. Mengembangkan pertanian organik berarti menjaga lingkungan tetap sehat, dan juga menjaga konsumsi makanan yang sehat. Pada akhir pelatihan, Setyo juga berharap kerjasama antara Geni Pangurian dan Agni Mandiri semakin kuat, agar dapat mengembangkan pertanian dan peternakan yang terintegrasi secara maksimal. “Ayo menanam yang bisa memelihara tanah dengan pertanian terintegrasi. Syukur bisa memunculkan sumber-sumber ekonomi baru yang kreatif.” Tegas Setyo. ( Sr. M. Huberta FSGM)

Simulasi Kebencanaan KARINAKAS

HKBN

Simulasi Kebencanaan yang dilakukan KARINAKAS bertempat di Kantor Kepala Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, DIY (Foto: Dok KARINAKAS)

Pada tanggal 24 dan 26 April 2018, Karinakas mengadakan Simulasi Kebencanaan, bertempat di Kantor Kepala Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, DIY. Simulasi tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati dan melaksanakan anjuran dari BNPB melalui Karina KWI yakni untuk melakukan Simulasi Kebencanaan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), yang ditetapkan pada hari Kamis, 26 April 2018. Hal itu berdasar pada surat dari Kepala BNPB, Bapak Willem Rampangilei, dengan nomor B.277.E/Ka-BNPB/PK.03.01/02/2018 yang berisi tentang Himbauan Simulasi Evakuasi Bencana Serentak.

Tujuan dari Simulasi Serentak ini adalah untuk mendorong semua pihak dalam menemukenali ancaman dan resiko bencana di lingkungannya, merancang skema evakuasi yang benar dan terorganisir, melakukan evaluasi untuk menguji sarana dan prasarana keselamatan, dan memperbaiki rencana kedaruratan atau SOP kesiapsiagaan yang lebih baik. Kegiatan ini juga merupakan usaha untuk turut mengkampanyekan kesiapsiagaan dan juga sebagai cara untuk turut ambil bagian dalam gerakan #siapuntukselamat.

Karinakas mengadakan Simulasi Kebencanaan ini bekerjasama dengan BPBD Sleman, PMI Sleman, Camat Prambanan, Destana Gayamharjo, Kepala Desa Gayamharjo, beberapa Guru dan Siswa Siswi SDN Jali, serta Warga Gayamharjo. Kegiatan simulasi dilaksanakan dalam dua periode yakni tanggal 24 April dan 26 April. Pada tanggal 24 April 2018, kegiatan lebih banyak berfokus pada pemaparan materi tentang kebencanaan, dan tanggal 26 April adalah praktek simulasi.

Peserta simulasi kebencanaan ini sejumlah sekitar 35 orang. Jenis bencananya adalah tanah longsor, angin kencang, kekeringan, dan gempa bumi. Jenis simulasi yang dilakukan adalah evakuasi mandiri dan shelter. Dalam sambutannya, Bapak Eko Suhargono, Camat Prambanan, berharap agar melalui kegiatan ini, warga Desa Gayamharjo dapat mengenali jenis bencana di Gayamharjo dan dapat meningkatkan pengetahuan serta kewaspadaan, sehingga ketika terjadi bencana, mereka dapat meminimalisir jumlah kerugian baik jiwa maupun material. (Rm. Martinus Sutomo, Pr)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com