Penyaluran Bantuan untuk Mahasiswa Sul-Teng Yogyakarta

 Palju

“Terimakasih banget Romo, sungguh dana ini sangat-sangat membantu saya…”, demikian ungkap Mery Christi, mahasiswi asal Desa Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah. Sejak bencana gempa M7,4 terjadi (28/9/2018), sampai saat ini Christi belum pernah pulang ke desanya. Kecuali tidak ada dana, orangtuanya juga melarangnya untuk pulang. Gempa dan tsunami tersebut telah merusak rumah Chirsti, sehingga keluarganya harus mengungsi ke daerah lain, karena desanya dilanda gempa disertai likufaksi. Akibat bencana itu, rumah keluarganya rusak parah dan sumber penghasilan keluarga juga rusak, sehingga aliran dana dari keluarga untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari terhenti, dan dampaknya semakin terasa berat di hari-hari ini.

KARINAKAS bekerjasama dengan Panitia Posko Peduli Sul-Teng Yogyakarta yang berkantor di Jl. Kapten Laut Samadikun No 8, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta, melakukan assessment atau kajian untuk mendapatkan data lengkap mengenai situasi dan kondisi para mahasiswa serta keluarganya di Sul-Teng. Para mahasiswa yang terdampak parah dan belum mendapat bantuan itulah yang akan dibantu. Setelah mengadakan diskusi panjang dan kajian mendalam, maka KARINAKAS sepakat membantu 300 mahasiswa dari total 590-an mahasiswa.

Fokus bantuan KARINAKAS adalah pada makanan, tempat tinggal (biaya kost) dan transport, yang diterimakan dalam bentuk dana cash. Bantuan termin pertama diterimakan untuk 100 orang mahasiswa, pada hari Senin, 3 Desember 2018, pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, bertempat di kantor KARINAKAS. Bantuan diberikan by name, by address (per orang, per alamat), dengan menandatangani surat pernyataan dan melampirkan identitas diri.

Selain itu, sebagai bentuk penghargaan atar kerjakeras para Panitia, KARINAKAS juga memberi apresiasi dengan memberikan bantuan akomodasi untuk para Panitia sejumlah 15 orang. Para Panitia tersebut adalah mereka yang berasal dari Sul-Teng dan juga sama-sama terdampak bencana, bahkan ada yang kehilangan orangtuanya. KARINAKAS berharap semoga bantuan tersebut bisa meringankan penderitaan para mahasiswa, dan sekaligus menghadirkan sentuhan kasih Allah bagi mereka semua. Salam Belarasa. (Rm. Toms)

Kick off Proyek Pemulihan Pasca Gempa Lombok

Lombok

KARINAKAS mendukung program respon pasca bencana gempa bumi Lombok. Program respon pasca gempa ini akan dilaksanakan oleh Tim Karitas PSE Keuskupan Denpasar, dan Karina KWI selaku holder dari program ini. Sedangkan KARINAKAS adalah dalam hal ini adalah sebagai salah satu Keuskupan donor, sedangkan Keuskupan donor lainnya adalah Karitas Surabaya, Karitas Bandung, dan LDD Keuskupan Agung Jakarta. Program ini akan dilaksanakan selama 6 bulan di dua desa yakni Desa Sambik Elen dan Desa Torean, Kab Lombok Utara. Fokus program adalah pada hunian, sembako, alat masak, dan jaringan air bersih. Program akan dimulai pada 1 November 2018.

Sebelum peresmian pelaksanaan program, diadakan pertemuan antara Tim Pelaksana yakni Karitas PSE Keuskupan Denpasar, Karina KWI selaku holder, dan Direktur dari Keuskupan-keuskupan donor (Semarang, Jakarta, Surabaya dan Bogor). Pertemuan ini (kick off) dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober s.d 1 Novomber 2018 di Mataram, Lombok. Pada tanggal 30 Oktober 2018 adalah momen penandatanganan MOU, dan tanggal 31 Oktober sampai 1 November 2018 adalah pembekalan untuk Tim Pelaksana yakni Karitas PSE Denpasar.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Ekskutif KARINA KWI (Rm Antonius Banu Kurnianto Pr & para Staf), PSE Keuskupan Denpasar & Tim Relawan ( Rm Evensius Dewantara Pr & Tim lengkap Karitas PSE Denpasar), Direktur LDD Keuskupan Agung Jakarta (Rm C. Kristiono P. SJ), Direktur Karitas Keuskupan Bogor (Rm Yulius Eko Priyambodo Pr), Direktur KARINA Keuskupan Agung Semarang (Rm Yusuf Martinus Sutomo Pr), dan Direktur Karitas Keuskupan Surabaya (Rm I Made Pr & Staf)

Isi pertemuan tersebut adalah presentasi tentang kegiatan emergency respon saat gempa, report bantuan, proposal pemulihan, dan penjelasan serta penandatanganan MOU antara KARINA KWI (yang sekaligus mewakili KARITAS Keuskupan Agung Semarang & Jakarta, Surabaya dan Bogor sebagai donor) dengan PSE Keuskupan Denpasar (sebagai pelaksana) untuk program pemulihan pasca bencana gempa ini.

Semoga program pemulihan pascagempa ini berjalan lancar, aman dan tepat sasaran, serta mampu membuat warga terdampak yang direspon ini dapat melanjutkan kahidupannya sehari-hari secara lebih layak dan bermartabat. Lebih dari itu semoga program ini mampu menghadirkan belas kasih Allah kepada mereka yang lemah dan membutuhkan, serta juga dapat menghadirkan wajah sosial Gereja. (Rm Toms)

Respons KARINAKAS untuk Palu dan Donggala

Palu Donggala

Pada hari Jumat 28 September 2018, terjadi gempa bumi 7,4 SK di Palu, Donggala dan sekitarnya. Gempa tersebut disertai tsunami. Setidaknya lima kecamatan kota di Donggala terpampak parah, sarana dan prasarana listrik dan air rusak. Jalan dan infrastruktur serta pasokan BBM banyak mengalami gangguan dan kerusakan.

Gempa bumi disertai tsunami ini menyebabkan banyak kerugian baik jiwa maupun harta benda. Setidaknya pada tanggal 3 Oktober 2018, korban jiwa mencapai 1.407 orang yang tersebar di kota Palu, sebagian Donggala, sebagian Sigi, dan Parigi Moutong. Selain itu banyak warga terdampak lain yang mengalami luka-luka, dan kehilangan tempat tinggal sehingga puluhan ribu orang harus mengungsi.

KARINAKAS sebagai lembaga keuskupan yang memegang mandat kebencanaan, dalam koordinasi dengan Karina KWI, membantu Caritas Makasar dan Keuskupan Manado dalam kegiatan respon bencana. Kegiatan ini didukung oleh Bapa Uskup, para Romo dan umat Keuskupan Agung Semarang. Maka KARINAKAS menggalang dana sebagai aksi solidaritas bagi warga terdampak. Dana itu akan digunakan untuk membantu Caritas Makasar dan Keuskupan Manado dalam meringankan penderitaan warga terdampak. Pada tanggal 4 Oktober 2018, KARINAKAS juga mengirimkan salah satu staf untuk membantu kegiatan JNA (Join Need Asesment), dan membantu relawan-relawan Paroki St. Bunda Maria, Palu. Semoga para warga terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, dan kehadiran Gereja melalui jaringan Caritas ini bisa sedikit meringankan penderitaanwarga terdampak. (Rm. Toms)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com