RESPON BANJIR SIKLON SAVANNAH

Tanggap Bencana DIY

Siklon Tropis Savannah menyebabkan curah hujan meningkat drastis yakni 148 mm/hari (17/3/2019). Hal ini menyebabkan beberapa wilayah di Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami banjir. Banyak warga terkena dampak banjir tersebut, dan beberapa terpaksa harus mengungsi, termasuk warga di beberapa desa di kecamatan Imogiri, DIY.

KARINAKAS bekerjasama dengan relawan dari Gereja Stasi Mater Dei Imogiri, membantu para warga terdampak banjir. Bantuan KARINAKAS yang disalurkan berupa selimut, terpal dan baju pantas pakai. Bantuan diserahkan kepada warga terdampak banjir oleh relawan Gereja Stasi Imogiri yang sebagian besar adalah OMK.

KARINAKAS juga membantu para difabel terdampak bencana di Imogiri dan sekitarnya. Bantuan yang disalurkan kepada mereka berupa paket alat masak, paket alat bersih-bersih rumah, dan obat-obatan bagi difabel. Bantuan disalurkan melalui Tim KARINAKAS dan relawan KARINAKAS. (Rm Toms)

 

 

 

Peletakan Batu Pertama HUNTARA di Sulteng

Huntara

“Terimakasih yang setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya kami sampaikan pada Yayasan KARINAKAS atas bantuan Huntara untuk warga kami di sini”, ungkap Ibu Hj. Fadliah Lemba, pada acara Seremonial Pembangunan Huntara (Hunian Sementara) dari KARINAKAS. Ibu Fadliah adalah Sekretaris Kecamatan Biromaru yang hadir mewakili bapak Camat Biromaru yang berhalangan hadir. Hal senada, juga diungkapkan oleh Bapak Agus Lamakarate, Ketua PMI Kabupaten Sigi, yang menambahkan bahwa hadirnya Huntara ini sudah cukup lama ditunggu-tunggu warga.

Hunian sementara ini akan diberikan kepada 117 KK dari Desa Jonooge yang mengungsi di kompleks Desa Pombewe. Mereka semua sudah tidak dapat kembali ke desa tanah asal mereka, karena peristiwa likuifaksi yang menelan rumah dan tanah mereka. Maka sejak persitiwa tersebut sampai sekarang (5 bulan), mereka mengungsi dan tinggal di tenda di kompleks desa Pombewe tersebut. Sampai sekarang mereka juga belum mendapatkan Huntara, padahal banyak warga yang sudah lanjut usia atau yang masih anak-anak. Maka KARINAKAS membangunkan Huntara untuk mereka.

Huntara2

Pembangunan ini dimulai pada tanggal 14 Maret 2019 diawali dengan seremonial “peletakan batu pertama”. Program pembangunan Huntara ini mendapat sambutan hangat dari para warga dan juga PMI yang selama ini membina mereka. Program pembangunan Huntara KARINAKAS ini juga mendapat dukungan yang luar biasa dari Caritas PSE Manado. Semoga dengan program ini, hidup warga yang masih mengungsi tersebut semakin layak dan bermartabat dalam melanjutkan perjuangan hidup mereka.(Rm Toms)

Koordinasi Relawan Lingkar Merapi

Lingkar Merapi

Sebanyak 26 relawan dari Paroki Lingkar Merapi mengikuti Kegiatan Koordinasi Rutin Relawan Paroki Lingkar Merapi pada Minggu 03 Maret 2019, bertempat di aula Paroki St. Antonius, Muntilan. Dalam pertemuan ini, para peserta diajak untuk menggunakan masker secara benar agar dapat meminimalkan dampak abu vulkanik. Pelatihan ini penting segera dilakukan mengingat beberapa waktu ini, gunung Merapi menunjukkan aktivitasnya meluncurkan awan panas dan hujan abau. Pada kesempatan ini, KARINAKAS juga mendistribusikan masker untuk beberapa paroki yang terdampak abu vulkanik.

Selain pelatihan penggunaan masker, peserta juga diajak untuk merefleksikan klasifikasi relawan. Setidaknya ada 4 klasifikasi relawan yaitu: entrepreneurs, stimulator, service provider dan controllers. Dengan memahami klasifikasi relawan, kita mempunyai pengetahuan yang luas siapa yang akan direkrut, bagaimana memberikan pengarahan dan dukungan kepada relawan. Dengan demikian kerja-kerja kemanusiaan menjadi semakin efektif dan terbangun kerjasama yang lebih baik. (Sr. M. Huberta, FSGM)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com