Pendampingan Terapi untuk Difabel KLMT

 

“Hayoo Telinganya mana?? Pegang dong…” demikian seru Mbak Anik Mardiyati, seorang Okupasi Terapi, kepada salah seorang anak berkebutuhan khusus. Mbak Anik Mardiyati yang adalah relawan KARINAKAS, diajak oleh Tim Inklusi Sosial KARINAKAS untuk mendampingi anak-anak difabel dan orangtuanya, dalam acara Pendampingan Terapi untuk Difabel KLMT (Komunitas Lereng Merapi Tinarbuko). Anak-anak difabel “dicek up” dan diberi terapi ringan, sedangkan orangtua difabel diberi pemahaman mengenai bagaimana menangani anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus, sekaligus bagaimana memberikan terapi sederhana bagi anak-anak mereka.

Kegiatan Pendampingan Terapi untuk Difabel KLMT ini adalah kelanjutan Temu Difabel KLMT yang dilaksanakan bulan November 2018 lalu, di Balai Desa Sumber. Kegiatan kali ini diadakan di Aula Maria Nazareth Susteran AK di samping gereja Paroki Sumber, hari Minggu 10 Februari 2019. Acara dihadiri oleh tokoh masyarakat di antaranya Bapak Lurah Ngargomulyo, perwakilan Dewan Paroki Sumber, pendamping kelompok KLMT, theraspist ABK dan tim Inklusi KARINAKAS yang semua berjumlah total 46 orang. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk memberikan perhatian pada mereka yang difabel dan bagi keluarganya. Harapan darikegiatan ini adalah agar keluarga difabel mengetahui kondisi anaknya, bagaimana memberi terapi sederhana, dan bagaimana nyrateni anak mereka sesuai kondisi masing-masing. (Rm. Toms)

Peringatan HDI 2018

HDI

Pada hari Selasa dan Rabu (18-19 Desember 2018), KARINAKAS mengadakan sebuah kegiatan dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) dengan tema “Bergerak dan menggerakkan, upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif”. Kegiatan ini diselenggarakan di halaman kantor Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sekitar 65 orang difabel hadir dalam kegiatan ini. Hadir juga perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Klaten yang diwakiliki oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klaten, Bapak Camat Kecamatan Tulung dan Perangkat, Bapak Camat Kecamatan Karanganom dan Perangkat, para aktivis RBM dan beberapa tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perhatian dan sapaan kepada para difabel dan keluarganya, serta juga menyapa para aktivis RBM atau pendamping difabel. Tujuan besarnya adalah menyapa Pemerintah Kabupaten Klaten, agar semakin memberi perhatian pada para difabel, di setiap bidang pembangunan. Goal besarnya adalah menjadikan Klaten sebagai Kabupaten Ramah Difabel. Dalam acara itu pula diadakan pengukuhan Tim RBM Keamatan Karanganom dan Tim RBM Kecamatan Tulung. Semoga mereka semua dapat menjadi pelopor dan penggerak para difabel agar hidup mereka semakin berkembang, serta mendorong pemerintah untuk lebih dalam memberi perhatian pada para difabel, sehingga mereka semakin dapat terlibat dalam pembangunan dan dalam hidup bermasyarakat. (Rm Toms)

Temu Brayat “Komunitas Lereng Merapi Tinarbuko” (KLMT)

KLMT

Salah satu poin penting dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang adalah perhatian pada KLMTD. Gereja memberi perhatian istimewa kepada mereka semua, meneladan Yesus yang selama hidup dan karyaNya juga memberi perhatian lebih kepada yang lemah miskin (preferential option for the poor). Selain itu, KLMTD juga adalah representasi kehadiran Yesus sendiri (bdk. Mat 25:40). Maka Gereja meneruskan semangat dan karya Yesus ini, yakni memberi perhatian pada KLMTD, yang salah satu di dalamnya adalah difabel.

KARINAKAS adalah Lembaga milik Keuskupan Agung Semarang yang selain memberi perhatian pada respon bencana alam dan mitigasi bencana, juga memberi perhatian pada mereka yang difabel. Pada tanggal 11 November 2018, bekerjasama dengan Paroki St Maria Lourdes Sumber, Yayasan Karinakas mengadakan kegiatan untuk menyapa para difabel dan keluarganya di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini diselenggarakan di Pendopo Kantor Balai Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang. Kegiatan ini dihadiri oleh 23 orang difabel yang diantar oleh kelurga masing-masing, ketua lingkungan dari paroki Sumber, perwakilan Dewan Paroki Sumber, staf desa, dan perwakilan Kecamatan Dukun.

Kegiatan Temu Brayat “Komunitas Lereng Merapi Tinarbuko“(KLMT) ini mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Kecamatan Dukun seperti yang disampaikan oleh Bp Edi, wakil Kecamatan Dukun. Bp Edi menyebutkan bahwa Pemerintah Kecamatan Dukun siap mendukung program pemberdayaan difabel. Bapak Edi juga mendorong agar dalam Musrenbangdes mendatang, bisa menghadirkan difabel untuk hadir terlibat dan sekaligus mendengarkan aspirasinya. Desa juga akan memasukkan anggaran pemberdayaan difabel dalam APBDes. Bp Edi mengharapkan semoga komunitas ini akhirnya semakin besar, dan sungguh mampu menjadi pelopor utama program pemberdayaan difabel di Kecamatan Dukun.

Kegiatan yang dibuka oleh Rm G. Tulus Sudarto Pr (Pastor Vikaris Paroki Sumber) dan Ibu Cicil (sekretaris Komunitas Lereng Merapi Tinarbuko) ini juga mendapat tanggapan positif dari lima desa di Kecamatan Dukun. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Bp Kepala Desa Ngargomulyo (Bp Yatin), “Pertemuan kali ini menjadi pertemuan yang istimewa, karena bisa menghadirkan sekian banyak difabel dan keluarganya.” Bp Yatin juga mengucapkan terimakasih kepada semua tim (Paroki Sumber yang bekerjasama dengan KARINAKAS) yang telah menyiapkan acara dan memfasilitasi kegiatan ini. Pemerintah Desa Ngargomulyo siap mendukung program pemberdayaan masyarakat terutama pemberdayaan difabel. Mulai tahun depan, Desa Ngargomuloyo siap menganggarkan dana untuk pemberdayaan difabel. Bp Kepala Desa juga mendorong desa-desa lain juga menganggarkan dana desa untuk pemberdayaan difabel.

Kini, di Sumber telah terbentuk sebuah organisasi baru “Komunitas Lereng Merapi Tinarbuko” disingkat KLMT. Komunitas ini adalah pertemuan pertama yang menghadirkan difabel dan keluarganya. Kegiatan ini adalah juga untuk curah pendapat, dan peserta mengharap supaya kegiatan ini diadakan setiap bulan, supaya tidak lupa, dan siap berprogram bersama. Semoga kegiatan Temu Brayat “Komunitas Lereng Merapi Tinarbuko” (KLMT) ini sungguh dapat menjadi sarana Gereja menyapa mereka yang difabel sehingga mereka semakin merasa diperhatikan, merasa percaya diri dan hak-hak mereka semakin diperhatikan (Rm. Toms)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com