Pertemuan Pilar Disabilitas

Pilar Disabilitas

KARINAKAS yang dalam hal ini Tim Inklusi Sosial mengikuti undangan dari Pilar Disabilitas untuk rapat koordinasi pada tanggal 12 - 16 Agustus 2018 di hotel Horizon Ultimaris Yogyakarta. Tim dari Karinakas yang hadir adalah Direktur, Koordinator Program, MEL, Keuangan. Hadir dalam pertemuan tersebut mitra dari YAKKUM-TAF yang melaksanakan Program Peduli, termasuk Karinakas sendiri.

Acara dalam pertemuan tersebut adalah 1) Mendiskusikan tentang kontribusi capaian Program Peduli Pilar Disabilitas kepada SDGs, 2) Mengidentifikasi target vs capaian kerja dari masing-masing mitra, 3) Mengidentifikasi kekuatan dan pembelajaran dari masing-masing mitra, 4) Kontribusi mitra pelaksana terhadap agenda advokasi nasional, 5) Pembahasan extention 2019. (Rm. Toms)

Technical Assistance untuk CSO Pilar Disabilitas

Technocal Assistance

(Foto: Dok KARINAKAS)

Salah satu tahap dalam pelaksanaan sebuah program adalah Monitoring dan Evaluasi. Untuk memastikan capaian yg terjadi dalam sebuah program, maka perlu dilakukan monitoring dan evaluasi. Dalam kaitan itu, KARINAKAS dalam pelaksanaan Program Peduli, pada 14-15 November yang lalu di Sukoharjo, mengikutsertakan pengelola program dalam kegiatan  “Technical Assistance Untuk CSO Mitra Pilar Disabilitas Program Peduli 2017 – 2018, Meninjau Ulang MEL, Indikator Perubahan dan Penyusunan Cerita Perubahan. Kegiatan ini diikuti oleh Pramono Murdoko selaku Program Manager dan Karel Tuhehay selaku Project Manager. (Karel)

Desa Inklusi Beku Akan Luncurkan Kampung Wisata Babe

Kampung Babe

(Foto: Istimewa)

KAMPUNG WISATA BANYU BEKU: Desa Inklusi Beku, Kecamatan Karanganom, Klaten Jawa Tengah yang selama Program Peduli 1 didampingi Yogyakarta KARINAKAS tanggal 9 November 2017 nanti akan meluncurkan Kampung Wisata Banyu Beku atau Kampung Babe. Sebelumnya Desa Beku ini sudah membuat Peraturan Desa atau Perdes No 4 Tahun 2016 tentang Desa Inklusi. Peraturan ini secara yuridis melindungi dan menjamin hak-hak difabel menyangkut pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Desa Inklusi Beku juga berhasil mengembangkan SHG (Self Help Grup) dan mendukung Kecamatan Inklusi Karanganom membuat Inklusi Centre. Kini Desa Inklusi Beku akan meluncurkan Kampung Wisata Babe. Kampung wisata air ini bisa diakses oleh siapapun termasuk kawan-kawan difabel dan para siswa berkebutuhan khusus. Selain daya tarik wisata air dari aliran sungai Wonggo yang melintasi desa, Kampung Babe menawarkan permainan Flying Fox, Tubing, River Tracking, River Babe dan permainan lainnya. Desa Beku juga dikenal dengan perikanan air tawarnya. (Ferry T. Indratno)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com