KARINAKAS Adakan Bedah Buku: “Dari Sukoharjo untuk Indonesia, Praktik Baik Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat

RBM

Untuk menjawab kebutuhan organisasi difabilitas dan para rekan difabel tentang perlunya gambaran penerapan atau praktik program RBM (Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat) di tingkat lapangan, KARINAKAS menerbitkan buku: “Dari Sukoharjo untuk Indonesia, Praktik Baik Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat” dengan harapan dapat menginspirasi bagi semua pihak yang membutuhkan dalam menerapkan program RBM di wilayah masing-masing.

Buku yang ini ditulis Pramono Murdoko, Program Manajer Program Peduli KARINAKAS akan dibedah pada hari Kamis, 8 September 2016 Pukul 9.00 di kantor KARINAKAS, Gedung Belarasa Jl, Panuluh 377 Pringwulung, Depok Sleman, dengan menghadirkan pembicara Pramono Murdoko (selaku penulis), Setia Adi Purwanto (Direktur Dria Manunggal), dan Sunarman (Direktur PPRBM Solo), dimoderatori Nurul Sa’adah (Direktur SAPDA).

Umpan dan kail RBM di Kecamatan Weru

Sosialisasi RBM

Karel Tuhehay, staf KARINAKAS, menyampaikan materi sosialisasi RBM di Kecamatan Weru, Sukoharjo (Foto: Fajar)

 

Oleh:

Achmad FH Fajar

 Tim KARINAKAS mengharapkan kecamatan Weru jadi kecamatan inklusi.

            Reriuhan suara perempuan segera memenuhi ruangan. Sebenarnya, tempat itu tidak menyediakan ruangan yang dapat digunakan untuk rapat direksi, diskusi publik, maupun kegiatan lain yang sejenis. Namun, tim KARINAKAS menyulap ruangan tersebut, sebuah rumah makan di desa Krajan, untuk melaksanakan sosialisasi RBM (Rehabilitasi Bersumber daya Masyarakat) di Kecamatan Weru, Sukoharjo, pada Selasa (26/04/16).

            Perempuan-perempuan yang sudah mendapat tempat duduk menyalami perempuan-perempuan yang baru hadir. Sebagian besar peserta sosialisasi RBM sudah saling kenal. Mereka hadir dengan busana yang sopan. Kerudung berwarna-warni, kemeja batik, dan rok span panjang.

Antara Inklusi Center, Agus Inspirator, dan Semangat Kemandirian Difabel

Inklusi Center Karanganom, Klaten

Agus Inspirator, Suroyo dan Anna, difabel dari Klaten, menyumbang suara emas mereka untuk menyemangati difabel yang hadir dalam pembukaan Inklusi Center di Kecamatan Karanganom, Klaten, 21 April 2016 (Foto: Ferry)

 

Sepanjang jalan kenangan

kita selalu bergandeng tangan

Sepanjang jalan kenangan

kau peluk diriku mesra
Hujan yang rintik-rintik

diawal bulan itu

menambah nikmatnya malam syahdu

Demikian sepenggal lagu Sepanjang Jalan Kenangan yang dipopulerkan oleh Tetty Kadi, dinyanyikan kembali oleh Agus Inspirator, Suroyo dan Anna yang merupakan difabel yang bersuara emas dari Klaten. Nyanyian Agus dan kawan kawan ini seolah menyihir dan membuat haru sekaligus semangat ratusan difabel yang hadir dalam pembukaan Inklusi Center di Kecamatan Karanganom, Klaten, bertepatan dengan peringatan hari Kartini 21 April 2016 yang lalu.

Inklusi Center Karanganom Klaten

Asisten Sekretariat Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Pemkab Klaten, Purwanto Anggono Cipto, didampingi Camat karanganom Slamet Samodra Karyadi dan Pramono Murdoko dari KARINAKAS memukul gong menandai dibukanya Inklusi Center di Kecamatan Karanganom, Klaten, Jawa Tengah (Foto: Ferry)

Kehadiran Agus Inspirator yang bernama asli Agus Putranto (36) yang juga berasal dari Klaten ini sungguh menyemangati para difabel untuk mandiri. Agus sejak lahir sudah dalam keadaan tunanetra. Tetapi keadaan itu tidak membuat dirinya berkecil hati dan merasa rendah diri di hadapan teman-temannya yang lain. Walau seringkali Agus merasa diperlakukan tidak adil dan dikucilkan dari lingkungan karena keadaannya tersebut. “Tidak jarang saya dulu sering dikatakan picak oleh teman-teman,” tambahnya.

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com