Peringatan HDI dan Deklarasi Desa Inklusi di Karanganom, Klaten

Desa Beku Desa Inklusi

Asisten I Bupati Klaten, Winoto, S.H, didampingi antara lain: Camat Karanganom Slamet Samodra Karyadi, Direktur KARINAKAS A. Banu Kurnianto, Pr dan Kepala Desa Beku Much. Mudrik, memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Joko Tukono, perwakilan difabel, menandai Peringatan Hari Difabel Internasional dan Deklarasi Desa Inklusi yang terdiri dari Desa Jambeyan, Beku, Jeblog (Kecamatan Karanganom), dan Desa Pomah (Kecamatan Tulung). Dalam acara tersebut juga dikukuhkan Pengurus Self Help Group (SHG) tingkat kecamatan. (Foto: Tety Ismawati)

Keberpihakan Pemda Klaten Terhadap Difabel

Perbup Klaten tentang Disablitas

Camat Karanganom Klaten, Slamet Samodra Karyadi (Kanan) didampingi KARINAKAS, Tim RBM, dan ICKK menyerahkan plakat Pencanangan Karanganom sebagai Kecamatan Inklusi kepada Sekretaris Daerah Klaten H. Jaka Salwadi (Kiri) pada acara Peringatan hari Disabilitas Internasional dan Sosialisasi Peraturan Bupati Klaten tentang Disabilitas, di Resto Merapi Klaten, 8 November 2016 (Foto: Ferry)

Pemerintah Kabupaten Klaten menunjukkan keberpihakannya terhadap difabel dengan mengeluarkan Peraturan Bupati No. 8 Tahun 2016 Tertanggal 13 September 2016, Tentang Partisipasi Penyandang Disabilitas Dalam Pembangunan Kabupaten Klaten. Sosialisasi Peraturan Bupati ini dilakukan di Resto Merapi Klaten, Selasa 8 November 2016 sekaligus memperingatan Hari Disabilitas Internasonal yang jatuh pada tanggal 3 Desember.

          Acara yang diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari perangkat desa, camat, SKPD, LSM, organisasi difabel (OPD), serta Tim RBM ini dibuka oleh Jaka Sawaldi, Sekretaris Daerah Klaten, mewakili Bupati Klaten. Dalam sambutannya Bupati Klaten menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam proses pembangunan untuk itu mereka perlu dilibatkan dalam membangun bangsa ini. Untuk mensejahterakan penyandang disabilitas perlu ada strategi RBM (Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat) dengan membentuk Tim RBM.

Sosialisasi Perbup Klaten tentang Disablitas

 

Suhardi Wiyanto, Ketua PPCK (Paguyupan Penyandang Cacat Klaten) memberi tanggapan terhadap keluarnya Peraturan Bupati Klaten No. 8 tahun 2016 (Foto: Ferry)

Di akhir sambutan Bupati yang disampaikan Sekda, diadakan serah terima plakat Deklarasi Kecamatan Inklusi Karanganom yang diserahkan langsung oleh Camat Karanganom Slamet Samodra Karyadi yang didampingi oleh Tim RBM dan KARINAKAS.

          Pramono Murdoko, Manajer Program Peduli KARINAKAS menyambut baik dikeluarkannya Peraturan Bupati Klaten ini karena keberpihakan kepada difabel yang selama ini terpinggirkan hak-haknya telah dijamin haknya melalui peraturan perundangan. Hal ini sejalan dengan model pembangunan Indonesia yang dimulai dari pinggiran.

          Dalam acara ini juga disampaikan presentasi dari Suhardi Wiyanto, Ketua PPCK (Paguyupan Penyandang Cacat Klaten) dan Anggoro Budi Warsito, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Klaten, untuk memperdalam isi dari Peraturan Bupati Klaten ini. (Ferry T. Indratno)

         

         

Para Penggerak Masyarakat Bicara dalam Forum Champion Lokal

Forum Champion Lokal Karinakas

Para Penggerak Masyarakat yang tampil Forum Champion Lokal (FCL) pada tanggal 27-28 Oktober 2016, di Hotel Greenhost Yogyakarta, berfoto bersama dengan Direktur KARINAKAS Romo A. Banu Kurniato, Pr (Berbaju putih), dan Manajer Program Peduli KARINAKAS, Pramono Murdoko (Berdiri paling kanan). (Foto: Ferry)

Pelaksanaan Program Peduli yang dilaksanakan KARINAKAS di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten sudah memasuki bulan ke 18. Selama itu, pelaksanaan Program Peduli telah banyak melibatkan difabel sebagai target utama sebagai penerima manfaat program (beneficiaries), masyarakat, Pemerintah dan stakeholder lainnya.

            Banyak capaian yang dihasilkan dengan kemanunggalan berbagai pihak diatas. Berbagai upaya dilakukan oleh individu, kelompok dan kelembagaan di dalam pelaksanaan Program Peduli. Kemanunggalan tersebut ternyata telah melahirkan tokoh-tokoh inklusi yang begitu masif dalam menyuarakan inklusi di berbagai bidang kehidupan masyarakat, khususnya kehidupan difabel pada khususnya.

Forum Champion Lokal KARINAKAS

Dua tokoh Inklusi di Kecamatan Karanganom, Budi Anggoro (Mantan Sekcam Karanganom) dan Slamet Samudra Karyadi (Camat Karanganom) sedang sharing pengalaman dalam membentuk Inklusi Center Kecamatan Karanganom dan upaya lain mereka dalam mendorong difabel agar berdaya (Foto: Ferry)

              Berbagai praktik baik yang ditorehkan oleh pihak-pihak tersebut, ikut memberi suasana inklusif di masyarakat yang selama ini masih cukup diskriminatif terhadap difabel. Perjuangan dari berbagai pihak ini, oleh KARINAKAS layak untuk dikelola menjadi sebuah pengalaman baik yang niscaya menjadi replikasi di wilayah lain sehingga semakin berkurangnya pelaku-pelaku eksluder di masyarakat.

Forum Champion Lokal Karinakas

Slamet Widodo dari Sukoharjo, salah satu difabel yang berdaya, turut ambil bagian dalam Forum Champion Lokal (Foto; Ferry)

              Untuk mengumpulkan cerita-cerita mereka, KARINAKAS menyelenggarakan sebuah Forum yang akan menghimpun tokoh-tokoh inklusif dalam sebuah pertemuan yang diberi nama “Forum Champion Lokal” (FCL).

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com