Pencanangan Kabupaten Sukoharjo sebagai Kabupaten Inklusi

Kabupaten Inklusi

Bupati Sukoharjo H. Wardaya Wijaya, memberikan kartu disabilitas kepada Wiyono salah satu difabel (Foto: Istimewa)

             Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.MH mencanangkan Kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten Inklusi untuk mendorong terwujudnya masyarakat inklusi  serta melaunching kartu disabilitas serta diserahkan pula alat bantu kursi roda untuk para difabel Kabupaten Sukoharjo  pada  Jum'at (21/10) di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemda Sukoharjo. Pencanangan Gerakan  Kabupaten Sukoharjo Inklusi ini dihadiri Direktur Rehabilitasi Perlindungan Anak   Kementerian Sosial RI, Direktur KARINAKAS, Forkopimda, Ketua Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Sukoharjo serta para tamu undangan penerima manfaat.

Rumah Baca Inklusi Pionir

Rumah Baca Inklusi Pioner

Kegiatan di Rumah Baca Inklusi Pioner (Foto: Anjas)

Atas kerjasama antara 4 pihak (Organisasi Pemuda 5 RT di Dusun Pomah, Komunitas Pionir, Fakultas Kehutanan UGM, pokja pendidikan Tim RBM Desa Pomah dan Program Peduli) maka terbentuklah rumah baca yang diberi nama Rumah Baca Inklusi Pionir. Kata “inklusi” dibubuhkan sebagai simbol upaya untuk membangun dan merawat kepedulian antara sesama.

Harapannya rumah baca ini tidak sekedar sebagai tempat membaca, tetapi juga bisa menjadi wadah berkumpul dan bergaul sebagai sesama warga Pomah, Kecamatan Tulung, Klaten, yang memiliki latar belakang beragam. Melalui wadah tersebut mereka bisa saling bertemu dan memahami kondisi satu sama lain (antara yang tidak difabel dan yang difabel). Perjumpaan tersebut diharapkan dapat menjadi proses untuk belajar tentang empati hingga tercipta suasana inklusi yang saling dukung.

Bentuk kegiatan dibuat dalam beberapa bagian, yaitu kegiatan harian, mingguan, dan bulanan. Kegiatan harian rumah baca buka dari pukul 14.00-17.00 WIB (Senin-Jumat) dan pukul 10.00-17.00 WIB (Sabtu-Minggu). Pada kegiatan harian, anak-anak telah mengorganisir dan membagi tugas sendiri (terutama anak yang berusia kelas 4 SD sampai kelas 9 SMP) untuk menjaga rumah baca tersebut. Adapun kegiatan bulanan bersifat mengangkat tema tertentu. (Anjas/Tetty)

 

Semarak Diskusi Buku KARINAKAS

 

 

Diskusi Buku

Pramono Murdoko, sedang memaparkan isi buku "Dari Sukoharjo untuk Indonesia" di saksikan para Panelis Sunarman dan Setia Adi Purwanto, serta  moderator Nurul Saadah (Foto: Ferry)

Diskusi Buku “Dari Sukoharjo untuk Indonesia” karya Pramono Murdoko yang diterbitkan KARINAKAS didukung The Asia Foundation berlangsung semarak. Panelis Setia Adi Purwanto dari Dria Manunggal dan Sunarman dari PPRBM Solo, sepakat bahwa buku ini dapat dijadikan contoh pihak lain dalam menerapkan strategi Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) yang kontekstual untuk Indonesia. Selama ini RBM lebih banyak menggunakan teori yang dibuat World Health Organization (WHO).

 

Diskusi Buku Karinakas

 Romo Antonius Banu Kurnianto, Pr., Direktur KARINAKAS, memberi sambutan dalam Diskusi Buku, 8 September 2016 di Gedung Belarasa kantor KARINAKAS (Foto: Ferry)

           Hadir dalam acara ini, selain karyawan lapangan KARINAKAS yang tersebar di Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Gunungkidul, juga para penerima manfaat yang sekaligus memamerkan hasil karyanya, juga para sahabat KARINAKAS diantara dari Yayasan Tahija. Satunama, Yakkum, Sigab, PPRBM, Yayasan Sehati, Karina KWI Yogyakarta, SAPDA, dan para pemerhati difable lainnya. Dan yang istimewa acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Sukoharjo, Sarmedi, S.E, M.Si yang mewakili dan membacakan sambutan Bupati Sukoharjo.Diskusi Buku

            Bupati Sukoharjo menyatakan komitmen Pemerintah Sukoharjo dalam pembangunan kesejahteraan sosial bagi semua masyarakat termasuk yang difabel, hal itu tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2009.

          Acara diskusi buku juga semakin semarak dengan penampilan Agus Inspirator, Aan, dan Vina yang membawakan lagu lagu kenangan yang menggugah hati untuk semakin berbelarasa pada sesama. Juga dimeriahkan dengan pameran  Para Penerima Manfaat Program KARINAKAS antara lain: Kelompok Agni Mandiri, Boyolali, SHG Sukoharjo dan Klaten, serta dampingan CBR Gunungkidul  (Ferry T. Indratno)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com