Outbound Komunitas Baca

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_6006.jpg
Yogyakarta, 28 Oktober 2012

Pada Minggu, 21 dan 28 Oktober 2012, anak-anak anggota KOMBA dari 3 desa dampingan RBM KARINAKAS Bantul mengadakan kegiatan outbound di Kampung Dolanan, Pojok Budaya, Sewon, Bantul. Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 31 anak termasuk 7 anak diantaranya adalah ABK (Down-syndrome, Tuna Netra, SCI, Tuna Grahita) dari KOMBA dusun Plebengan, Sidomulyo dan dusun Kralas, Canden. Hari kedua diikuti oleh 31 anak termasuk 7 ABK (Down-syndrome, CP,  SCI, Tuna Grahita dan Tuna Rungu Wicara) dari dusun Gaten dan Srayu, Canden dan dusun Jamprit, Panjangrejo.

 

Pelatihan PRB bagi Komunitas Baru

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/B45B0A6F-C4FE-4921-AF4D-A49CF7DD084A-762-0000009DA15368C6.jpg
Yogyakarta, 25 Oktober 2012

KARINAKAS mengadakan pelatihan PRB-KPRB (Pengurangan Resiko Bencana-Kajian Partisipatif Resiko Bencana) bagi para relawan di dua komunitas dampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 – 25 Oktober 2012 di Wisma Joglo Yogyakarta.

Setelah melakukan kajian selama 2 bulan, program PRB KARINAKAS telah menentukan dua komunitas dampingan baru, yaitu desa Melikan di kabupaten Klaten dan desa Tegalrejo di wilayah kabupaten Gunung Kidul.

 

Pelatihan Tim Pengelola Air

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_1068.jpg
Yogyakarta, 12 Oktober 2012

Tiga tim pengelolaan air mengikuti pelatihan manajeman pengelolaan air yang dieselenggarakan KARINAKAS. Tiga tim tersebut berasal dari Desa Talun, Desa Sidorejo dan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan pada 11 – 13 Oktober 2012, Wisma Duta Wacana, Kaliurang, Yogyakarta.

 

Menggagas Implementasi Dewan RBM Kabupaten Bantul di Tingkat Desa

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_0989.jpg
Bantul, 26/9

Kelompok mandiri difabel di lima desa bertemu untuk membahas perencanaan strategis tim RBM desa di Pasar Seni Gabusan, Bantul. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini  dihadiri oleh 19 orang perwakilan difabel dari desa Canden, Panjangrejo, Sidomulyo, Trirenggo, dan Sriharjo.

Angga Yanuar, Koordinator Lapangan Program RBM Bantul KARINAKAS, menyatakan bahwa rencana strategis Dewan RBM Kabupaten Bantul akan dilaksanakan hingga tingkat desa. “ Maka, desa harus disiapkan supaya cita-cita di tingkat kabupaten dapat dilaksanakan secara nyata di tingkat desa,” kata Angga Yanuar.

 

Peletakan Batu Pertama

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_8568.jpg

Proses pembangunan gedung pelayanan kesehatan Paroki St.Yohanes Rasul Pringwulung dan kantor KARINAKAS diawali dengan peletakan batu pertama oleh Vikaris Jendral Keuskupan Agung Semarang, Rm. Pius Riana Prapdi.

 

Serah Terima Jabatan Direktur

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_0843.jpg

Serah terima jabatan Direktur KARINAKAS dilaksanakan pada 2 Agustus 2012. Secara resmi, tampuk pimpinan diserahkan oleh Bapak Methodius Kusumahadi kepada Romo Antonius Banu Kurnianto. Dihadiri oleh Vikaris Jendral Keuskupan Agung Semarang, acara dilangsungkan dengan sederhana dengan disaksikan pula oleh para Manager Program KARINAKAS. 

 

Catatan Sejarah Pengalaman Pelayanan KARINAKAS

KARINAKAS 2006

 

Gempa 27 Mei 2006 menjadi momentum KARINAKAS untuk memulai pelayanannya kepada korban gempa. Pada waktu itu, kantor berpusat di gereja St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, beberapa meter dari Titik Nol kota Yogyakarta. Dimulai dari sebuah semangat kerelawanan, empati pada rasa kemanusiaan yang dibela, Mgr. Ig. Suharyo,Pr memberi mandat untuk melayani mereka yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel tanpa terbatasi oleh sekat suku, agama, ras dan antargolongan. KARINAKAS didukung oleh organisasi anggota Caritas Internationalis (Caritas Internationalis Member Organizations / CIMOs) dari berbagai negara yang saat itu datang ke Yogyakarta.

 

Dimulai dari penyediaan bantuan logistik dan non logistik bantuan lokal, nasional dan internasional, relawan bergerak membantu mereka yang paling membutuhkan dan belum terbantu oleh lembaga dan pemerintah.

 

Koin Solidaritas

Masih melekat di ingatan mengenai berita koin peduli Prita Mulyasari dan Bilqis. Mereka adalah sebagian dari orang yang berada di sebuah keadaan yang mengundang simpati dan empati masyarakat. Kasus Prita Mulyasari yang berawal dari sebuah curahan hati di milis karena pelayanan yang menurutnya merugikan konsumen, hingga berujung pada meja hijau. Sedangkan Bilqis yang berjuang mendapatkan uluran tangan untuk transplantasi hati.  Sayangnya, belum sempat impian itu terwujud, sudah lebih dahulu dipanggil Yang Kuasa. Simpati dan empati masyarakat tercurah pada saat itu. Banyak gerakan pengumpulan koin untuk membantu mereka. Masyarakat tanpa dipimpin tergerak untuk membela rasa penderitaan yang tengah dialami oleh Prita Mulyasari dan Bilqis.

 

Fenomena tersebut memununculkan gerakan pengumpulan koin sebagai aksi solidaritas. Koin- koin yang terkumpul adalah bentuk empati dan kebersamaan dari sebuah pembelaan rasa yang perlu dipikul bersama. Sebuah simbol kekuatan masyarakat terhadap ketidakadilan dan ketidak berdayaan yang perlu diperjuangkan. Rasa setia kawan, satu rasa, diantara masyarakat yang memimpin mereka untuk meringankan penderitaan.

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com