RBM Sukoharjo dikukuhkan oleh Bupati

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/d587ca77-1695-4280-98e1-a241df37bd1f_zpse99b1b32.jpg

Sukoharjo (4/9)

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengukuhkan Tim RBM Kabupaten Sukoharjo di pendopo Graha Satya Praja, pada Rabu, 4 September 2013. Bersamaan dengan itu, diresmikan pula tim Monitoring Evaluasi Pemda dan Tim SAR. Tiga tim yang diresmikan ini merupakan hasil amanat perda untuk mendukung kerja SKPD kabupaten Sukoharjo. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 400 peserta dari berbagai pihak (anggota masing-masing tim, SKPD, perangkat kabupaten,dsb).

 

Kunjungan Kementrian Kesehatan

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/2e06c3d3-7c54-43c7-91da-12c63797cdc8_zps3ef5807c.jpg

Sukoharjo (1/08)

Perwakilan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Indonesia berkunjung ke Sanggar Tunas Bangsa yang didampingi oleh KARINAKAS. Sanggar ini merupakan sanggar yang mengusung metode Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat dalam pendampingan terhadap difabel dan komunitasnya.

Sanggar Tunas Bangsa yang dirintis oleh komunitas difabel dan masyarakat di desa Nguter, kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, sudah dikenal baik oleh pemerintah daerah. Bahkan, pemerintah daerah Sukoharjo melalui Bupati turut berperan pula dalam memperkenalkan Sanggar ini di tingkat nasional. Tak heran jika Kementrian Kesehatan tertarik dengan dinamika sanggar dan bermaksud meneliti dengan lebih dalam.

 

MENDONGENG

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/32745cd1-e745-4000-8117-9269f26e3797_zps94b26eb3.jpg

(Trirenggo Bantul, 27 Juni 2013)

“Mendongeng untuk anak-anak sudah sangat jarang dilakukan oleh para orang tua pada zaman ini. Anak-anak lebih banyak disuguhi oleh tayangan sinetron di televisi, film dari luar negeri, games online, dan lain-lain. Dahulu cerita rakyat muncul karena belum ada televisi, belum ada foto/kamera. Konon wayang adalah salah satu kebudayaan asli  Indonesia”.Itulah yang disampaikan pendongeng Resha mengawali acara Belajar Mendongeng yang merupakan salah satu rangkaian program kegiatan IPP-CISV (International People’s Project-Children International Summer Village) bekerjasama dengan KARINAKAS program CBR/RBM Bantul sejak tanggal 19 Juni - 3 Juli 2013.

 

Alhamdulillah...

 

http://i.imgur.com/qGegGSf.jpg

..sepenggal cerita dari Lombok Utara


"Di sana, pak. Masih naik lagi. Paling atas. Paling ujung," seru Nuraini (25) padaku sambil menghela nafas panjang di gang sempit mendaki. "Sini, ibu. Saya bawakan terpalnya," ujarku menawarkan bantuan. Diserahkan terpal yang dibawanya. Satu plastik penuh paket bantuan diletakkan diatas kepalanya. Seorang anak kecil tampak girang, membawa matras tidur baru, mengikutinya. Ilham (5), lelaki kecil itu, adalah anak tunggal Nuraini.

 

Dusun Montong, desa Jenggala, kecamatan Tanjung, adalah satu dari puluhan, bahkan mungkin ratusan dusun yang tercabik oleh gempa bumi pada 22 Juni 2013 yang lalu di kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Menurut Sumadi, kepala dusun, ada 64 rumah rusak. Nuraini hanyalah satu dari dua puluhan rumah yang rusak berat. Separuh rumahnya hancur.

Sanggar Anak Inklusif Sukoharjo

Pagi itu (Rabu,2 Mei 2013, 10.00) suara riuh anak-anak PAUD Tunas Bangsa di desa Nguter Sukoharjo Jawa Tengah sangat jelas terdengar. Mereka telah usai mengikuti kegiatan belajar.  Persis di sebelah kanan ruang PAUD telah berkumpul kurang lebih 9 anak dengan beragam difabilitas didampingi orang tua atau pendampingnya masing-masing sedang melakukan aktivitas terapi. Di antaranya anak dengan gangguan pendengaran, CP (Layu Otak), hiperaktif, juga grahita. Mereka datang dari beberapa desa di Kecamatan Nguter, bahkan ada juga dari Selogiri Wonogiri  Jawa dan Karanganyar Jawa Tengah.

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/c27abb01-e92d-4baa-8e68-172d5758d382_zps5a9a8580.jpg

Beberapa alat permainan yang sekaligus sebagai media terapi tersedia di sana seperti: bola, tenda plastik, kuda-kudaan, kertas lipat, pewarna, standing table, dll. Ruangan ini juga dihiasi dengan pernak-pernik karya kreasi anak-anak yang tergantung di dinding, dll.

Bertani dan Menyelamatkan Alam

Sehono (37th) tersenyum ketika beberapa tamunya terheran-heran dengan ceritanya tentang panen lomboknya yang bisa 70 kali petik dalam satu tahun. Lahan kering di lereng timur Merapi diubahnya menjadi ladang sayuran yang menguntungkan. Bahkan, ia mampu “meracuni” tetangga-tetangganya untuk berani melepaskan ketergantungan pada hutan di lereng Merapi.

 

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/IMG_1527_zps1233f4ed.jpg

Sehono dan Romo Banu Kurnianto (KARINAKAS)

 

Sehono (37th) tersenyum ketika beberapa tamunya terheran-heran dengan ceritanya tentang panen lomboknya yang bisa 70 kali petik dalam satu tahun. Lahan kering di lereng timur Merapi diubahnya menjadi ladang sayuran yang menguntungkan. Bahkan, ia mampu “meracuni” tetangga-tetangganya untuk berani melepaskan ketergantungan pada hutan di lereng Merapi.

Menuju Kemandirian

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_1158.jpg
Sukoharjo, (1/11)

Sanggar Anak Inklusi desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo dipercaya oleh pemerintah desa untuk menyelenggarakan kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Bahkan, Koperasi Pegawai Negeri Kecamatan Nguter menyediakan bangunan yang dapat digunakan untuk pelaksanaan rencana program RBM.

Awalnya,  KARINAKAS bersama dengan para kader-kader kesehatan dan perangkat pemerintahan desa memulai  langkah awal program RBM dengan merintis berdirinya PAUD Inklusi. Dalam perjalanannya, tanggapan dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya cukup positif. PAUD berkembang menjadi Sanggar Anak Inklusi yang memiliki banyak kegiatan.

Kunjungan ke Lereng Merapi

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/C9536353-5C27-4BD8-9340-9ACFCE07E239-5758-000005748CA97A37.jpg

Yogyakarta, 30 Oktober 2012

 

Pada Sabtu, 27 Oktober 2012, Catholic Aid Agency for England and Wales (CAFOD) mengunjungi komunitas dampingan KARINAKAS di lereng Merapi, tepatnya di desa Tegalmulyo, kecamatan Kemalang, Kabupaten  Klaten. Bersama dengan staff KARINAKAS, rombongan CAFOD berdialog di area 6 km dari puncak gunung Merapi.

Rombongan CAFOD terdiri dari para partner dari negara Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Mereka datang ke Indonesia untuk menghadiri event AMCDRR (Asian Ministry Conference – Disaster Risk Reduction / Konferensi Menteri Asia – Pengurangan Risiko Bencana) yang berlangsung pada 22 – 25 Oktober 2012. Sebagai bahan pengayaan mereka, kunjungan ke lapangan diperlukan. Dan, KARINAKAS selaku anggota Caritas Internationalis memfasilitasi kebutuhan tersebut.


Dikusi dengan warga Tegalmulyo cukup menarik. Diperlukan penerjemah yang mampu berbahasa Inggris, Indonesia, sekaligus bahasa Jawa mengingat nara sumber dari desa lebih banyak menggunakan bahasa Jawa. Pertemuan ini dilaksanakan di pematang ladang dengan pandangan langsung ke puncak Merapi.


Sesudah pertemuan dan diskusi dengan warga, rombongan menuju area jalur yang dilalui oleh awan panas ketika terjadi erupsi Merapi.

 

 

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com